KJI Sumbar Satukan Langkah Hadapi Inflasi, FGD Libatkan Pemprov, BI, dan Stakeholder Ekonomi

 


PADANG UpdateSumbar– Upaya menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah menjadi fokus utama dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Dialog Interaktif Mengatasi Inflasi Tahun 2026 di Provinsi Sumatera Barat” yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sumatera Barat di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (9/7/2026).

Forum yang dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, S.T. itu mempertemukan unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Bank Indonesia, organisasi petani, pelaku usaha, akademisi, dan insan pers untuk memperkuat sinergi menghadapi tantangan inflasi yang dipengaruhi dinamika ekonomi global maupun nasional.

Ketua DPW KJI Sumbar Peter Prayuda mengatakan, media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam menyampaikan edukasi mengenai kebijakan pengendalian inflasi.

“Melalui forum ini, kami ingin membangun kolaborasi yang kuat sehingga berbagai kebijakan pengendalian inflasi dapat dipahami masyarakat dan mendapat dukungan seluruh pihak,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan, Azrizal, S.Pd., M.Si. dari Biro Perekonomian Setdaprov Sumbar menjelaskan bahwa pengendalian inflasi di daerah mengacu pada berbagai regulasi, termasuk pembentukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dengan target inflasi nasional tahun 2026 sebesar 2,5 persen ±1 persen.  

Ia juga memaparkan kondisi perekonomian Sumatera Barat yang terus menunjukkan perbaikan. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Sumbar tumbuh 5,02 persen (year on year), didorong meningkatnya konsumsi masyarakat, percepatan belanja pemerintah, serta membaiknya sektor perdagangan, konstruksi, transportasi, dan pertanian.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Andy Setyo Biwa, menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat distribusi pangan, serta mengendalikan ekspektasi inflasi masyarakat.

Pandangan dari sektor perkebunan disampaikan Ketua APKASINDO Sumbar, Jufri Nur, S.E., M.M., yang menyoroti pentingnya menjaga produktivitas komoditas unggulan sebagai penopang ekonomi daerah. Diskusi juga diwarnai masukan dari Pimpinan Umum Koran Padang, Opung, mengenai kontribusi media dalam membangun optimisme ekonomi.

Di akhir kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan FGD. Seluruh rangkaian acara berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang menghasilkan sejumlah masukan bagi penguatan kebijakan pengendalian inflasi di Sumatera Barat.

Kegiatan turut didukung jajaran pengurus DPW KJI Sumbar, di antaranya Bendahara Eka Yanita Sari, Sekretaris Angga Pratama, S.E., serta seluruh pengurus yang berkomitmen memperkuat sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.(Nicho)

Posting Komentar

0 Komentar